Electronic Library

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Warmadewa

VANDALISME DI PERPUSTAKAAN

Vandalisme Di Perpustakaan ???   

Mungkinkah hal ini akan selalu menghantui perpustakaan???

Berdasarkan KBBI, Vandalisme adalah segala perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnnya. Kalau di perpustakaan, vandalisme dilakukan oleh pemustaka.
Vandalisme di perpustakaan yang dilakukan oleh pemustaka antara lain:

  1. Menambah (memberi garis bawah, memberi tanda tertentu pada halaman buku, stabilo, dan coretan-coretan yang lainnya). Nah, ini yang seringkali aq temuin jejaknya di bahan pustaka. Kebanyakan buku2 di perpustakaan sudah penuh dengan coretan, dan tanda pada tiap halaman di buku tersebut.
  2. Mengurangi (menyobek, melepaskan halaman, memotong halaman). Nah, kalau sobek karena umur bukunya sih wajar-wajar aja ya. Kalau bukunya bagus, tapi halamannya ilang. Kan kasihan juga pemustaka yang lain. Jadi tidak mendapatkan haknya… huhuhuhu
  3. Merusak ( melipat halaman). Banyak anggapan, wah mending aq lipat aja buku ini, bukan punyak sendiri kok, jadi santai aja lah.. Hehehehe… Iya, anggapan seperti itu seringkali aq temui. Bahkan aq sendiri dulunya juga pernah seperti itu, pas jaman-jamannya SMP. Namun, untuk sekarang, insyaAllah tidak.
  4. Membaca buku sambil merokok sehingga percikan api mengenai halaman buku. Ini juga, kegiatan sambilan yang gak bagus, merokok sambil baca buku. Jadi, jangan sampe temen2 merokok sambil baca buku ya, eman2 bukunya.
  5. Menyembunyikan buku di rak tertentu. Ini yang sering saya temui, bahkan aq juga pernah menyembunyikan buku di rak tertentu. Tujuannya ya sama, supaya buku itu bisa aq pinjam…
  6. Merusak sistem OPAC. Kalau merusak sistem OPAC, aq belum nemuin kejadian pemustaka sampai merusak sistem OPAC…hehehe
  7. Mencorat-coret petunjuk perpustakaan. Biar gak kelihatan tulisan instansinya. Ide nekat, mencorat-coret nama instansi di buku tersebut. Wah ini namanya ya pengakuan buku secara sepihak. Alias kita sendiri yang pengen buku itu menjadi milik kita selamanya. Sekali-sekali. Ayoo bermodal dikit yah…wkwkwkk

Vandalisme merugikan perpustakaan dan pemustaka. Untuk itu perlu pencegahan antara lain:

  • dengan menyelenggarakan bimbingan kepada pemakai.
  • meningkatkan pengawasan (menambah petugas, memasang CCTV, penyediaan mesin fotokopi, penyediaan kamera digital dan sarana transfer data untuk memudahkan mengkopi gambar, misalnya)

Dengan upaya diatas, semoga saja aksi vandalisme di perpustakaan bisa berkurang, walaupun hanya sedikit.

Semoga Bermanfaat….